FGD Pembinaan Tranformasi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN)


Tanggal Upload: 11-05-2018
Pukul : 16.36 WIB

PALANGKA RAYA - Jum'at, 11 Mei 2018 Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Palangka Raya mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Pembinaan Transformasi STAKN menjadi IAKN yang dilaksanakan di Aula STAKN Palangka Raya. Acara ini dihadiri oleh 100 peserta terdiri dari Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah, Penjamin Mutu dari STAKPN Tarutung, Perwakilan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Perwakilan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN), Pegawai, Dosen, Honorer STAKN, dan Mahasiswa/i STAKN Palangka Raya.

Sebelum acara FGD dibuka secara resmi terlebih dahulu peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan secara bersama - sama 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan. Serta sambutan dari Ketua Panitia Forum Group Discussion Setinawati, M.Th yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga.

Forum Group Discussion (FGD) dibuka secara resmi oleh ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Palangka Raya Dr. Netto WS. Rahan, M.Si.,M.Th.,D.Th. Ketua Kampus Ungu dalam pemaparannya menjelaskan sedikit tentang sejarah STAKN Palangka Raya, beliau juga memaparkan dasar mengapa STAKN harus bertransformasi menjadi Institut dikarenakan STAKN sudah mulai dikenal dikalangan masyarakat, dan didukung juga oleh Pemda baik Gubernur maupun Bupati dari 14 Kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah.

Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Dr. Yan Kristianus Kadang, SE.,MM sekaligus narasumber memberikan masukkan dari kekurangan proposal STAKN Palangka Raya. Ada beberapa standar yang harus dipenuhi oleh STAKN Palangka Raya seperti bagaimana proses SOP hingga munculnya kurikulum, sarana dan prasarana yang harus tercantum spesifikasinya, kompetensi kelulusan bagaimana dan lain - lain. Beliau juga mengatakan ada 8 standar yang harus dipenuhi agar STAKN Palangka Raya bisa menjadi Institut. "Nanti akan ada tim penilai 3 orang untuk menilai proposal yang diajukan ujar beliau."

Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Setjen Kementerian Agama RI Drs. Afrizal Zen, M.Si yang juga menjadi narasumber dalam FGD ini menyampaikan pemaparan tentang bagaimana agar Transformasi STAKN menjadi IAKN dapat berjalan dengan lancar.

Kembali >